Nama "Aurora Borealis", Aurora berasal dari Dewi Romawi saat fajar dan Boreas adalah kata Yunani untuk angin utara. Aurora Australis atau South Lights menawarkan pemandangan yang sama dengan Northern Lights, namun karena wilayah Kutub Selatan kurang bersahabat dan sulit diakses daripada Kutub Utara, sangat sulit untuk melihat aurora belahan bumi bagian selatan. Di sisi lain, lampu utara lebih populer dan menjadi perhatian banyak orang. Aurora bergerak saat Anda menari dengan pita dan memiliki pola melingkar di langit, percikkan cahaya indah dan membawa berbagai warna seperti hijau, biru, merah atau ungu.
image : walpaper-galeri.com
Warna aurora tergantung pada atmosfer. Ini memberi lampu hijau ke atmosfer yang lebih tinggi, dan pada ketinggian yang lebih rendah bisa jadi warna lain seperti biru, ungu atau merah. Aurora cenderung menjadi warna dan bentuk yang paling sering dan mengesankan saat aktivitas mataari tertinggi, dimana siklus 11 tahun dengan klimaks pada tahun 2013.
Aurora Borealis terakhir tercata paling terkenal dan spektakuler sejarahnya dan tercatat sebagai "badai geomagnetik besar" atau "badai geomagnetik yang hebat", 28 Agustus dan 2 September 1859. Astronom dan filsafat Italia, Galileo Galilei pertama kali menggambarkan fenomena ini. Seperti "Aurora Borealis" pada tahun 1619. Sebenarnya, beberapa orang Inuit (penduduk asli Amerika yang tinggal di tempat dingin di utara Kanada dan Alaska) percaya bahwa Aurora adalah roh hewann yang mereka cari.

image : auroradetai.com
Karena menjadi menarik, beberapa astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional dapat menikmati pemandangan aurora dari samping. Lampu di langit mempesona ini nampaknya berada di atas kepala kita, sedangkan yang asli beratnya, biasanya 96 km di atas bumi. Lampu merah lebih jauh pada ketinggian 645 km di atas langit.
Beberapa negara menghadirkan pemandangan spektakuler aurora borealis yang terkenal tepatnya di kota Tromsø Norwegia, tepatnya di Kakslauttanen, Jukkasjärvi di negara bagian Swedia, tepatnya di Reykjavik Iceland, Kanada Utara tepatnya di Yellowknife, Inggris (Skotlandia), Dan beberapa negara di Eropa.
Tidak ada yang sama dengan lampu utara. Pasti beda model dan warnanya berbeda. Terlepas dari aspek yang indah, cahaya aurora ini menghasilkan suara lembut seperti tepuk tangan, retakan, dan kebisingan statis. Namun suara Aurora sangat jarang didengar banyak orang cenderung terjadi pada saat aktivitas aurora maksimal, di malam hari tanpa angin, atau saat jauh dari sumber kebisingan.
Apakah aurora hanya terjadi di bumi? Ternyata aurora juga terjadi di planet lain di tata surya kita, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Mars. Seperti di aurora yang ada di Bumi, aurora terlihat terang di dekat kutub magnet planet lain.